Sejarah PPTK

DARI GAMBUNG,
SEMUA BERAWAL
Sejarah Pusat Penelitian Teh dan Kina (PPTK) tidak lepas dari sosok seorang Rudolf Eduard Kerkhoven (1848 - 1918) dalam mengembangkan Perkebunan Gambung pada tahun 1902. Secara resmi PPTK didirikan tahun 1973 dengan nama Balai Penelitian Teh dan Kina hingga bertransformasi menjadi Puslit lingkup PT Riset Perkebunan Nusantara pada tahun 2009 hingga sekarang.
Jejak Sejarah PPTK
Kedatangan Junghuhn & Tanaman Kina
Franz Wilhelm Junghuhn tiba di Pulau Jawa dan memprakarsai penanaman perdana 139 bibit tanaman kina yang dibawa langsung dari Belanda di kawasan Cinyiruan. Hal ini menjadi tonggak penting dimulainya budidaya kina di Indonesia.


Awal Mula Perkebunan Gambung
Rudolf Eduard Kerkhoven membangun rumah pertamanya dan mulai merintis pembukaan lahan untuk usaha Perkebunan Teh di daerah Gambung, yang kelak akan menjadi pusat penelitian bersejarah.
Renovasi Rumah Administrateur
Seiring dengan pesatnya perkembangan komoditas teh, dilakukan renovasi besar pada Rumah Administrateur milik R.E. Kerkhoven di Gambung untuk mendukung aktivitas perkebunan yang semakin meluas.


Stasiun Penelitian Teh Proefstation voor Thee
Menandai tonggak awal penelitian perkebunan kina di Indonesia dengan didirikannya Proefstation voor Thee oleh pemerintah kolonial Belanda di Bogor.
Stasiun Penelitian Kina (Kina Proefstation)
Menyusul perkembangan komoditas kina, didirikan pula stasiun penelitian khusus kina untuk memfokuskan riset pengembangan tanaman kina.
Penggabungan PPBTK
Dilakukan integrasi dan penggabungan stasiun-stasiun penelitian menjadi Pusat Penelitian Budidaya Teh dan Kina (PPBTK) untuk sentralisasi riset.
Prof. Dr. Haryono Semangun
Sebagai Direktur Pertama Balai Penelitian Teh dan Kina, memimpin awal mula lahirnya berbagai inovasi & teknologi untuk kemajuan Teh dan Kina di Indonesia.
"Melalui Surat Keputusan Menteri Pertanian No. 14/Kpts/Um/I/73 pada tanggal 10 Januari 1973, diresmikan pendirian Balai Penelitian Teh dan Kina. Tanggal tersebut ditetapkan sebagai hari lahir Pusat Penelitian Teh dan Kina."

Pengalihan Pengelolaan (AP3I)
Pada 1980, pengelolaan beralih ke Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. Kemudian tahun 1989, dialihkan kepada Asosiasi Penelitian dan Pengembangan Perkebunan Indonesia (AP3I), lalu namanya berubah menjadi Pusat Penelitian Perkebunan Gambung.
Lahirnya Nama PPTK
Tahun 1992 berganti nama resmi menjadi Pusat Penelitian Teh dan Kina (PPTK) Gambung. Pada tahun 1996, AP3I berintegrasi menjadi Asosiasi Penelitian Perkebunan Indonesia (APPI).
Pembentukan PT RPN
APPI mendirikan Lembaga Riset Perkebunan Indonesia (LRPI) tahun 2002. Tahun 2009, LRPI bertransformasi menjadi PT Riset Perkebunan Nusantara (RPN).
Integrasi Holding PTPN III
PT RPN menjadi anak perusahaan di bawah naungan Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero). PPTK berstatus sebagai kantor cabang PT RPN dengan tim peneliti berdedikasi tinggi yang berkomitmen pada asas kemanfaatan, terobosan, dan ramah lingkungan.
