Semua Peneliti
Daftar Tim Peneliti
Vitria P. Rahadi, M.Si
Peneliti Pemuliaan TanamanBiografi & Keahlian
itria P. Rahadi menyelesaikan studi jenjang sarjana (S1) di program Studi Agronomi, Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor pada tahun 2008. Kemudian pada tahun 2012 memperoleh gelar magister (S2) di Bidang Pemuliaan dan Bioteknologi, Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor.
Pada tahun 2013 wanita kelahiran Tasikmalaya 17 November 1986 sempat mengikuti program short course: ADVANCED CERTIFICATE COURSE IN TEA TASTING AND QUALITY ASSURANCE, India disponsori oleh the Ministry of External Affairs, Government of India.
Dr. M. Khais Prayoga
Peneliti Pemuliaan TanamanBiografi & Keahlian
M. Khais Prayoga menyelesaikan studi jenjang sarjana (S1) di program Studi Pemuliaan Tanaman, Fakultas Pertanian, Universitas Padjadjaran. Kemudian memperoleh gelar magister (S2) di Bidang Pemuliaan Tanaman, Fakultas Pertanian, Universitas Padjadjaran, dan menyandang gelar doktor (S3) untuk bidang pemuliaan tanaman dari Fakultas Pertanian, Universitas Padjadjaran.
Pada tahun 2018 M. Khais Prayoga mengikuti program short course: Research design training di Centre for Rural Development (SLE), Humboldt Universität zü Berlin, Jerman.
Bariza Khoirul Humam, M.Sc
Peneliti Pemuliaan TanamanBiografi & Keahlian
Bariza merupakan Peneliti Pemuliaan Tanaman di Pusat Penelitian Teh dan Kina.
Fani Fauziah, M.Si
Peneliti Proteksi TanamanBiografi & Keahlian
Fani Fauziah menyelesaikan studi jenjang sarjana (S1) di program Studi Hama dan Penyakit Tumbuhan, Fakultas Pertanian, Universitas Padjadjaran pada tahun 2011. Saat ini sedang menempuh pendidikan Magister Biologi di Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati, Institut Teknologi Bandung melalui beasiswa LPDP.
Pada tahun 2015 memperoleh beasiswa dari the Ministry of External Affairs, Government of India untuk mengikuti program kursus Advanced Certificate Programme in Tea Plantation Management Kothari Agricultural Management Centre (KAMC), Coonoor, The Nilgiris, Tamil Nadu, India. Fani juga berkesempatan menjadi satu-satunya peserta dari Indonesia yang mengikuti kursus Integrated Pest Management and Food Safety, Wageningen University & Research yang diselenggarakan oleh Center of Development Innovation, Netherlands melalui beasiswa STUNED pada tahun 2018.
Sejumlah kolaborasi riset, konferensi dan seminar baik internasional maupun internasional telah diikuti. Fokus penelitian dan bidang kepakaran yang ditekuni hingga saat ini adalah Proteksi Tanaman.
Tri Maruto Aji, M.Sc
Peneliti Proteksi TanamanBiografi & Keahlian
- Kepakaran: Fitopatologi, Virologi Tanaman, Pengendalian Hayati, Bioteknologi
- Bidang/Bagian: Penelitian / Proteksi Tanaman
- Kualifikasi: S1 (Ilmu Hama dan Penyakit Tumbuhan), S2 (Fitopatologi), S3 (On going – Ilmu Pertanian)
"Gadjah boleh tinggalkan Gading, Harimau Boleh Wariskan Belang, Tapi Peneliti Tanpa Inovasi dan Solusi, bukanlah Peneliti tetapi Jurnalis."
Bekerja dalam ilmu terkait fitopatologi adalah core utama dari latar belakang keilmuwannya. Baik jenjang Sarjana, Master Degree dan On going Doktoral-nya saat ini tetap konsisten menekuni penyakit-penyakit virus baru pada tanaman pertanian dan perkebunan. Ilmu mengenai proteksi tanaman sudah tentu merupakan bidang keahliannya. Seandainya ada gelar dokter untuk tanaman, beliau adalah salah satu dokter tanaman yang memiliki spesialisasi dan kompetensi dalam hal penyakit virus pada tanaman. Sebagaimana halnya dokter, banyak hal keilmuwan yang beliau berikan kepada masyarakat secara langsung sebagai bentuk problem solver, dan memang sulit menemukan tulisan-tulisan beliau dalam bentuk Karya Tulis Ilmiah (KTI), karena kesibukannya dalam mengentaskan permasalahan langsung di lapangan.
Terobosan inovasi beliau tahun 2017 lalu saat membantu seniornya dalam memproduksi agensia hanyati pengendali hama tanaman telah memperoleh penghargaan Sebagai inventor bioreaktor pemberantas hama, dari Bursa Inovation Center (BIC) dengan masuknya inovasi tersebut pada 109 Inovasi Indonesia 2017. Kiprahnya dalam dunia fitopatologi tidak diragukan lagi. Di Indonesia, beliau adalah orang pertama yang berhasil memodifikasi teknik diagnosis virus yang memiliki bentuk dasar asam nukleat berupa RNA. Teknik isolasi double stranded RNA (dsRNA) berhasil beliau kembangkan pada tahun 2008 lalu pada tanaman Solanaceae. Perlu diketahui, dsRNA adalah pintu masuk untuk pengembangan RNAi, RNA silencing, RNA therapeutic dan seterusnya yang di negara maju saat itu digunakan sebagai tahapan dalam pembuatan vaksin, terapi penyakit dan lain sebagainya. Inovasi tersebut membawanya pada suatu undangan kehormatan untuk diberangkatkan ke Jepang dalam rangka Ibaraki Sustainability Meetings : Workshop on Asian Agriculture and Sustainable Society and International Symposium on Agricultural Innovation toward Bio-fuel Based Society.
Dalam dunia perkebunan, beliau adalah penemu virus kerupuk yang merusak dan mewabah pada tanaman tembakau cerutu di PTPN X (persero) daerah Klaten 2011 lalu yang kemudian diketahui bernama TYLCV-Kan 1 (Tomato Yellow Leaf Curl Virus, Kanchanaburi-1). Beliau berinovasi di PTPN X saat itu dengan melakukan pengendalian virus melalui mekanisme Plant Barrier System sehingga lebih ramah lingkungan. Alhasil, inovasinya berhasil membantu mengendalikan wabah virus kerupuk pada tembakau cerutu yang sangat mahal harganya.
Saat ini beliau bekerja sebagai salah satu peneliti di Pusat Penelitian Teh dan Kina, Gambung, Jawa Barat. Sumbangsihnya dalam keilmuwan bidang proteksi tanaman sejak menjadi peneliti pada tahun 2013 hingga saat ini adalah, sebagai inventor bioreaktor pemberantas hama, inventor bio-fogger, inventor continue batch fermentor untuk mengubah gulma menjadi biopestisida. Beliau aktif sebagai konsultan dan melakukan pengawalan di PTPN pada komoditas teh sejak 2014-2017. Beliau juga aktif dalam organisasi profesi seperti Perhimpunan Fitopatologi Indonesia (PFI) dan Perhimpunan Meteorologi Pertanian Indonesia (PERHIMPI). Tidak heran jika sejak 2017-2020 beliau bekerjasama dengan Telkom University mendesain Early Warning System (EWS) untuk Pengendalian Terpadu OPT pada perkebunan teh dan pembuatan Automatic Weather Station (AWS) atau dikenal dengan stasiun cuaca digital.
Sejak 2018 hingga saat ini beliau sedang melanjutkan studi S3 di Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta. Beliau merupakan ispirator bagi rekan-rekannya sesama peneliti di Gambung sebagai contoh dalam hal pengembangan matcha pada tahun 2016 lalu beliau memberikan terobosan dengan membuatkan prototipe Matcha grinder tradisional yang masih sangat sulit bahkan tidak ada di Indonesia.
Ahmad Ghozali Ardiansyah, M.Sc
Peneliti Proteksi TanamanBiografi & Keahlian
Ahmad Ghozali merupakan Peneliti Proteksi Tanaman di Pusat Penelitian Teh dan Kina.
Hilman Maulana, S.T
Peneliti Pengolahan Hasil & EnjiniringBiografi & Keahlian
Hilman Maulana bekerja di Pusat Penelitian Teh dan Kina sejak tahun 2013, dan menjadi peneliti di bidang pascapanen komoditas teh dan kina pada tahun 2016. Hilman Maulana menjadi peneliti pertama setelah melalui Pendidikan dan pelatihan sebagai peneliti di Pusbindiklat LIPI pada tahun 2015.
Dr. M. Iqbal Prawira A
Peneliti Pengolahan Hasil & EnjiniringBiografi & Keahlian
Iqbal Prawira merupakan peneliti di Pusat Penelitian Teh dan Kina (PPTK). Gelar sarjana diperoleh dari Jurusan THP, FTP, Universitas Brawijaya dan Gelar PhD dari Jurusan Ilmu dan Teknologi Pangan, Chulalongkorn University Thailand.
Aktif melakukan kegiatan penelitian bersama tim peneliti di bidang Pengolahan Hasil dan Enjinering (PHE) yang berkaitan dengan pengolahan dan pengembangan produk, keamanan pangan, dan senyawa bioaktif pada komoditas teh.
M. Abdul Jabbar, M.T
Peneliti Pengolahan Hasil & EnjiniringBiografi & Keahlian
M. Abdul Jabbar merupakan Peneliti Pengolahan Hasil & Enjiniring di Pusat Penelitian Teh dan Kina.
Shabri, M.M
Peneliti Pengolahan Hasil & EnjiniringBiografi & Keahlian
Shabri merupakan Peneliti Pengolahan Hasil & Enjiniring di Pusat Penelitian Teh dan Kina.