LOGO BARU
National Tea and Chincona Sharing Knowledge: Rabu, 13 Januari 2021

Komoditas Teh dan Kina merupakan komoditas perkebunan yang strategis bagi perekonomian Indonesia hingga saat ini. Pada zaman kolonial kedua komoditas itu merupakan sumber pendapatan bagi pemerintah Hindia Belanda. Indonesia pernah menjadi negara pengekspor teh dan kina terbesar di dunia. Hampir 90% kebutuhan teh dan kina internasional dipasok oleh negara yang terkenal dengan kebinekaannya itu. Walaupun demikian, saat ini kinerja kedua komoditas tersebut berangsur-angsur mengalami penurunan mulai dari luas areal produksinya sampai produktivitasnya. Bahkan untuk komoditas kina saat ini kondisinya seperti dalam pribahasa “mati segan, hidup tak mau”. Menurut Dr. Erwinsyah Kepala Pusat Penelitian Teh dan Kina (PPTK), kondisi tersebutlah yang melatar belakangi PPTK melaksanakan kegiatan National Tea and Chincona Sharing Knowledge. “Sebagai centre of exellence untuk komoditas teh dan kina PPTK harus ambil bagian dalam membangkitkan kembali komoditas teh dan kina di Indonesia”, Tutur Erwinsyah.

National Tea and Chincona Sharing Knowledge merupakan salah satu acara dari berbagai kegiatan peringatan Dies Natalis PPTK ke 48. Kegiatan yang dihadiri lebih dari 350 partisipan ini diaksanakan pada hari Rabu, 13 Januari 2021 secara daring dan diisiarkan langsung melalui channel youtube PPTK. “Dimasa pandemi yang melanda saat ini kami, PPTK berusaha untuk mempersembahkan suatu kegiatan yang tidak bertentangan dengan protokol kesehatan, namun pesan yang terkandung dalam kegiatan tersebut bisa tersampaikan kepada peserta”, tutur Kralawi Sita, SP., M.Sc. Ketua Pelaksana Kegiatan Dies Natalis PPTK ke 48. National Tea and Chincona Sharing Knowledge merupakan penutup dari rangkaian kegiatan Dies Natalis PPTK ke 48 yang telah dilaksanakan mulai tanggal 7 Desember 2020.

Narasumber yang hadir dalam kegiatan National Tea and Chincona Sharing Knowledge yaitu: 1) Ir. Hendi Jatnika, MM., Kepala Dinas Perkebunan Jawa Barat; 2) Dian Hadiana Arief, SEVP Operasional 1 PT. Perkebunan Nusantara VIII; 3) Ida Rahmi Kurniasih, Direktur Utama PT. Sinkona Indonesia Lestari; dan 4) Prof. Diah Ratnadewi, Guru Besar Departemen Biologi IPB. Diskusi yang berlangsung sekitar tiga jam itu dimoderatori oleh Kepala Pusat Penelitian Teh dan Kina, Dr. Erwinsyah. Ir. Hendi Jatnika dalam paparannya menyampaikan bahwa perlu adanya dukungan kebijakan pemerintah dan seluruh stakeholder pelaku teh  untuk pengembangan perkebunan teh berupa stimulasi peningkatan produktivitas, kualitas teh, promosi serta penguatan pasar teh. Sementara itu Dian Hadiana Arief menyampaikan bahwa perlunya program perbaikan kualitas dan kuantitas perkebuan teh PTPN VIII melalui reformulasi atau sinergi antara perkebunan negara, perkebunan swasta dan perkebunan rakyat yang dijembatani oleh PPTK serta pemerintah. Berbeda dengan Hendi Jatnika dan Dian Hadiana yang menitik beratkan pada komoditas kina, Ida Rahmi Kurniasih memberikan materi tentang komoditas kina. Dalam paparannya Ida menyampaikan bahwa prospek pasar kina sangat terbuka luas, melihat market share dari produk kina masih dapat terserap dari industri baverage sebesar 65%, farmasi 30%, dan kimia 5%. “Hal itu perlu dijadikan semangat untuk mengembangkan industri dan perkebunan kina ke depan, agar Indonesia terbebas dari ketergantungan impor kulit kina kering terutama dari Kongo sebesar 90%", tutur Ida. Sejalan dengan pemaparan Ida Rahmi Kurniasih, Prof. Prof. Diah Ratnadewi menyampaikan potensi dari komoditas kina sebagai kandidat obat berkhasiat yang mampu menghambat replikasi virus. “Untuk itu perlu pelestarian dan penguatan industri kina Indonesia melalui kolaborasi dan kerjasama antara PTPN, Pemerintah, Industri pengolahan serta lembaga riset maupun akademis agar komoditas kina kembali bangkit dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Diakhir kegiatan Dr. Erwinsyah selaku moderator menyampaikan bahwa National Tea and Chincona Sharing Knowledge perlu ditindaklanjuti dengan menghadirkan berbagai pihak untuk merumuskan langkah strategis sebagai masukan kepada pemerintah dalam menyusun kebijakan nasional. Kebijakan yang diharapkan adalah kembali memprioritaskan komoditas teh dan kina untuk mendorong industri kedua komoditas itu tetap bertahan dimasa pandemi dan berperan penting dalam membantu bangsa Indonesia agar segera terbebas dari Pandemi Covid-19. Sebagai penerima mandat untuk melaksanakan kegiatan penelitian komoditi teh dan kina, PPTK siap bersinergi bersama para stakeholder teh dan kina lainnya dalam upaya membangkitkan kembali industri teh dan kina nasional. Seiring doa dan harapan agar PPTK selalu menjadi sebuah Pelita Untuk Negeri.

 

Narasumber:

1.       Kepala Pusat Penelitian Teh dan Kina : Dr. Erwinsyah

2.       Ketua Pelaksana Dies Natalis PPTK ke-48: Kralawi Sita, S.P., M.Sc.