LOGO BARU
Tea Educator Competition: 7 Desember 2020 sd. 10 Januari 2021

Teh adalah minuman yang sangat akrab dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia. Aroma dan rasanya yang khas disukai banyak orang sebagi teman setia di pagi atau sore hari sambil menikmati kudapan. Kebiasaan minum teh menjadi budaya turun-temurun di masyarakat Indonesia tanpa memandang usia. Walaupun demikian teh belum sepopuler kopi yang saat ini tengah menjamur dikalangan milenial. Menurut Dr. Erwinsyah, Kepala Pusat Penelitian Teh dan Kina (PPTK), hal tersebut dikarenakan kurangnya edukasi kepada masyarakat tentang minum teh baik itu jenis-jenis teh sampai dengan metode-metode penyeduahan teh.

                Dalam rangka Dies Natalis PPTK ke 48, PPTK megadakan sebuah kompetisi bertajuk Tea Educator Competition yang disingkat menjadiTeco”. Muthia Syafika Haq, SP. selaku penanggung jawab kegiatan Teco menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan animo masyaratakat terhadap kecintaannya kepada teh melalui edukasi, selain itu kedepan diharapkan popularitas teh juga mampu menyaingi kopi seiring dengan banyaknya agen-agen educator dan terbukanya informasi yang diberikan secara luas terhadap masyarakat. Kompetisi para educator teh ini terbagi menjadi dua kategori yaitu kategori independent dan local brand. Kompetisi yang  berlangsung dari tanggal 7 Desember 2020 sampai dengan 10 Januari 2021 memperebutkan piala bergilir Gubernur Jawa Barat.

melalui beberapa tahapan yaitu babak penyisihan dan babak final. Total peserta yang mengikuti kompetisi ini adalah 20 peserta dengan rincian independent sebanyak 13 orang, dan local brand sebanyak 7 peserta yang tersebar dibeberapa wilayah di Indonesia.

                Kompetisi berlangsung secara virtual dimana pada babak penyisihan peserta diberikan sejumlah produk teh untuk selanjutnya peserta diwajibkan membuat video edukasi berdurasi 3 menit yang menjelaskan salah satu atau lebih mengenai teh tersebut yang tema edukasinya ditentukan oleh para peseta masing-masing. Pada babak penyisihan peserta dinilai oleh para peneliti PPTK sebagai juri dengan kriteria penilaian Materi yang disampaikan yang terdiri dari (a) Ketepatan informasi ; (b) kelengkapan materi ; (c) korelasi penjelasan dengan tema serta; Performa yang terdiri dari (a)  Cara penyampaian dan (b) Kreativitas video. Pada babak penyisihan peserta dari independent dan local brand masing-masing memperebutkan lima tiket menuju babak final. Pelaksanaan kompetisi dibabak final sedikit berbeda dengan babak penyisihan dimana pada babak final peserta diwajibkan membuat video edukasi berdurasi maksimal 10 menit yang lebih memperdalam materi edukasinya dan selanjutnya mengikuti tahap interview  di hadapan juri melalui media zoom meeting. Pada babak final juri yang menilai para tea educator ini adalah para ahli dalam dunia teh. Juri-juri tersebut antaralain: 1) Dr. Dadan Rohdiana, salah satu peneliti senior di Pusat Penlitian Teh Dan Kina; 2) Ratna Somantri, tea expert; dan 3) Othniel Giovanni, Independent International Tea Tester and Reviewer.

                Babak final teco berlangsung pada tanggal 8 Januari 2021 peserta yang lolos kebabak final yaitu: 1) Bambang Laresolo dengan 2 nomer peserta dengan tema edukasi yang berbeda 3) Tedi Herdiana ; 4) Rizkia Meutia Putri ; dan 5) Asrinita Fortuna untuk kategori independent, sedangkan untuk kategori local brand peserta yang lolos antara lain: 1) Best Supply Bali ; 2) Tealosofi Tea ; 3) Seduh coffee tea herbal ; 4) Teapotto ; dan 5) Teabumi. Ketiga juri pada babak final menilai para tea educator lebih dalam mengenai pemahaman materi yang disampaikan pada video edukasinya di babak final berdasarkan kriteria poin yang ditentukan . Hasil penilaian juri memutuskan bahwa pada kategori independent, Bambang Laresolo sebagai second runner up, Rizkia Meutia Putri sebagai first runner up, dan Tedi Herdiana sebagai champion. Sementara itu untuk katagori local brand juri memutuskan Teapotto sebagai second runner up, Tealosofi tea sebagai first runner up, dan Teabumi sebagai champion. Para pemenang diumumkan secara resmi pada acara puncak peringatan Dies Natalis PPTK ke 48 pada tanggal 10 Januari 2021.

                Kegitan Teco yang telah dilaksanakan diharapkan menjadi wahana edukasi kepada masyarakat tentang ragam teh Indonesia dan teknik-teknik penyeduhan yang bisa meningkatkan citarasa teh. Lebih lanjut Kralawi Sita, SP., MSc. selaku Ketua Pelaksana Dies Natalis PPTK ke 48 menjelaskan bahwa dalam membangun komoditas teh perlu ada edukasi ke masyarakat.  Semakin banyak orang yang terbuka pada informasi dan mau mencoba teh yang berkualitas akan membantu menghidupkan kembali teh yang mulai meredup. “Oleh karena itu kami (PPTK) akan berupaya agar kompetisi Teco akan terus berlanjut ditahun-tahun mendatang untuk mempopulerkan teh kepada masyarakat”, tutur Sita.

   

Narasumber:

1.       Kepala Pusat Penelitian Teh dan Kina : Dr. Erwinsyah

2.       Ketua Pelaksana Dies Natalis PPTK ke-48: Kralawi Sita, S.P., M.Sc.

3.       Penanggung Tea Educator Competition: Muthia Syafika Haq, SP.