LOGO BARU
Hari Teh Internasional “Tea: Resilient Sustainable, and Healthy “From Field to Cup””

Sejak Tahun 2020, PBB menetapkan setiap tanggal 21 Mei sebagai Hari Teh Internasional. Penetapan Hari teh Internasional untuk memaknai sejarah panjang dan budaya yang memberikan dampak signifikan bagi perekonomian di seluruh dunia. 

Sebagaimana di lansir dari laman FAO: The origins of tea stretch back more than 5 000 years, but its contributions to health, culture and socioeconomic development are still as relevant today. Tea is currently grown in very localized areas, and supports over 13 million people, including smallholder farmers and their households, who depend on the tea sector for their livelihoods.

International Tea Day is an opportunity to celebrate the cultural heritage, health benefits and economic importance of tea, while working to make its production sustainable “from field to cup” ensuring its benefits for people, cultures and the environment continue for generations.


Foto oleh : Adhi Irianto Mastur 

PPTK berinovasi untuk kejayaan perkebunan teh dan kina Indonesia

Pelatihan Penguatan Kompetensi SDM Pascapanen Komoditas teh diselenggarakan oleh Direktorat PPH Perkebunan, Direktorat Jenderal Perkebunan, Kementerian Pertanian bekerja sama dengan Pusat Penelitian Teh Dan Kina. kegiatan berlangsung pada 15-17 Maret 2021, di Hotel Tjokro Premiere, Bandung dan kebun PPTK Gambung.Kegiatan pelatihan dihadiri oleh Kepala Dinas Perkebunan Prov. Jawa Barat, Bapak, Ir. Hendy Jatnika, M.M., Kepala Pusat Penelitian Teh dan Kina, Bapak Dr. Erwinsyah, dan dibuka langsung oleh Direktur PPH Perkebunan, Dirjenbun, Kementan, Bapak Ir. Dedi Junaedi, M.Sc. Peserta pelatihan berasal dari kelompok Petani teh rakyat dan Instansi Pemerintah yang berasal dari Provinsi dan Kabupaten di Sumatera Barat,  Jawa Barat, dan Jawa Tengah. Narasumber pelatihan berasal dari Ketua Bidang Promosi, Dewan teh Indonesia, yaitu Ibu Ratna Somantri, ST., Direktur PT Arafa Arinata Asia, Ibu Dra. Ifah Syarifah, M.Psi., dan Peneliti PPTK Gambung. Selama pelatihan para peserta memperoleh materi terkait dasar-dasar pemetikan dan penanganan pucuk teh untuk memperoleh produk teh dengan kualitas mutu prima, materi dasar pengolahan teh, teknik pengolahan teh spesial berkualitas, diversifikasi dan Inovasi produk teh, dan tea blending. Peserta pelatihan juga melakukan praktik pengolahan teh spesial skala kelompok tani dan pemetikan pucuk secara langsung di Kebun PPTK Gambung. 

Pusat Penelitian teh dan Kina selalu mendukung pengembangan komoditas teh di kalangan muda dan juga UKM. Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan ESDM, Kabupaten Garut bersama Pusat Penelitian Teh dan Kina menyelenggarakan kegiatan Tea Class 2021: bimbingan teknis pengolahan dan diversifikasi produk di Collega Coffee, 7-8 April 2021.

Kegiatan Tea class 2021 dibuka langsung oleh kepala Dinas Indag ESDM, Kab. Garut, Drs. H. Nia Gania, Karyana, M.Si. Kegiatan diikuti sebanyak 20 peserta dari kalangan Muda, UKM, dan kelompok tani teh dengan pemateri dari PPTK. 

Tea Class 2021 kali ini difokuskan pada pengembangan tren teh di Indonesia dan dunia seperti pengembangan produk berbasis teh dengan cara blending dan mixologi. Selain itu, peserta juga dibekali terkait regulasi yang berlaku pada teh, Good manufacturing Practices, dan inovasi pengemasan produk teh.



PT Riset Perkebunan Nusantara melakukan audiensi dengan PTPN VIII terkait pengembangan tanaman perkebunan teh dan kopi yang dicanangkan oleh Holding perkebunan Nusantara. Pertemuan langsung dihadiri oleh SEVP operation II, PT RPN, Bapak Dr. Misnawi, Kepala Pusat Penelitian Teh dan Kina,  Dr. Erwinsyah, dan Kepala Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia, Dr. Agung Wahyu Susilo. 

Pertemuan dihadiri juga oleh Direktur, SEVP I, SEVP II, Kabag, dan Kasubag, dan Staff dari PTPN VIII. Semoga kerja sama antara PT RPN khsususnya dengan puslit dengan PTPN VIII makin erat ke depannya. 

Kepala Pusat Penelitian Teh dan Kina, Dr. Erwinsyah menghadiri pelepasan ekspor teh hijau dengan tujuan negara Uni Emirat Arab sebanyak 20 ton dengan nilai 614 juta yang bertempat di halaman Gedung Pakuan pada Jumat (26/03/2021), kegiatan pelepasan dilakukan seremonial oleh Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil bersama Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perkebunan Dedi Junaedi, dan Kepala Dinas Perkebunan Hendy Jatnika. Teh hijau ini diproduksi oleh PT Kabepe Chakra. 

Kegiatan pelepasan ekspor teh tersebut dalam rangka pemulihan ekonomi daerah Provinsi Jawa Barat dan Gerakan Tiga Kali Ekspor (Gratieks), selain pelesan ekspor, Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Barat juga melaksanakan penyerahan Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk Wilayah 04 Jawa Barat kepada perwakilan petani teh oleh Gubernur Jawa Barat.

Jajaran direksi PT Riset Perkebunan Nusantara (PT RPN) melakukan kunjungan ke Pusat Penelitian Teh dan Kina (31 Maret 2021). Pada kunjungan kali ini, Direktur PT RPN, Imam Yani Harahap, didampingi oleh SEVP I , Tjahjono Herawan, dan SEVP II, Misnawi.

Dalam sambutannya, Direktur PT RPN mengatakan bahwa produk hasil penelitian milik  PPTK berpotensi untuk dimanfaatkan oleh stakeholder Perkebunan teh dan kina (perkebunan PTPN, Perkebunan Swasta, dan petani rakyat. Teknologi terapan tersebut diharapkan bisa meningkatkan produktivitas dan pendapatan dari stakeholders dan tentunya juga berdampak positif ke PPTK.

Selama kunjungan ke PPTK Gambung, jajaran Direksi PT RPN melakukan audiensi dengan karyawan dan Penelitian PPTK. Selain itu, ajaran Direksi PT RPN juga melakukan kunjungan ke show room & display product PPTK, Pabrik pengolahan teh hijau, teh putih, dan lab. Mini tea processing. 

Pusat Penelitian teh dan Kina selalu mendukung kolaborasi dan sinergi di bidang penelitian dan pengembangan dengan lembaga penelitian maupun dengan Perguruan tinggi. Universitas Komputer Indonesia atau lebih dikenal Unikom Bandung @unikom-official bersama Pusat Penelitian Teh dan Kina menandatangani nota kesepahaman dalam melaksanakan kegiatan penelitian, dan pengabdian masyarakat, dan pengembangan berbasis 4.0 pada 7 April 2021. 

Penandatanganan nota kesepahaman dilaksanakan secara desk to desk oleh Rektor Unikom Bandung, Prof. Dr. Ir. H. Eddy Soeryanto Soegoto, MT dengan Dr. Erwinsyah sebagai kepala Pusat Penelitian Teh dan Kina. Acara tersebut juga dihadiri langsung Wakil Rektor bidang akademik & kemahasiswaan, Wakil Rektor bidang administrasi, keuangan, dan kepegawaian, dan Wakil Rektor bidang inovasi, pengembangan, aset, dan kerjasama, serta Dekan, dan Kepala Prodi di lingkup Unikom.

Nota kesepahaman antar dua lembaga ini diharapkan dapat membantu peningkatan program pendidikan magang,  dan riset di tingkat perguruan tinggi di bidang IoT yang bisa dikembangkan dan dimanfaatkan untuk perkebunan teh dan kina di Indonesia.


Dinas perkebunan Jawa Barat berencana melakukan pengembangan bahan tanaman teh varietas sinensis untuk perkebunan teh di Jawa Barat. Hal tersebut bertujuan untuk meningkatkan kualitas produk teh khususnya petani teh rakyat di Jawa Barat. Dalam rangka tersebut, Kepala Dinas Perkebunan Jawa Barat, Ir. Hendy Jatinika, M.M., dan Kepala Balai Perizinan dan Sertifikasi Benih Perkebunan (BPSBP) Jawa Barat, R. Krisna Gunara, S.Hut., M.Eng., melakukan kunjungan dinas ke Pusat Penelitian Teh dan Kina (PPTK) Gambung. Dalam kunjungan tersebut turut hadir Kasi. Pengawasan Mutu Benih, BPSBP dan Kasi. Sertifikasi Benih, BPSBP, Jabar. 


Pertemuan ini merupakan tindak lanjut dari kegiatan evaluasi kebun induk GMB pada tanggal 26 Februari 2021. Selain itu juga Membahas Sertifikasi Kebun Induk GMBS dan peluang pengembangannya di Provinsi Jawa Barat. Sebagaimana diketahui, Pihak PPTK Gambung telah memiliki klon unggul seri GMBS yang merupakan bahan tanam berjenis sinensis yang terdiri dari GMBS 1 – GMBS 5. 

PPTK telah menyiapkan kebun induk klon unggul seri GMBS seluas 1,25 Ha di KP. Gambung, Kebun induk tersebut telah ditanam pada tahun 2012 dan pada tahun 2021 ini telah siap untuk dijadikan kebun Induk yang dapat menghasilkan benih setek untuk penyediaan bahan tanam jenis sinesis. Namun, untuk memenuhi aspek legal peredaran benih perkebunan di Indonesia, Kebun Induk seri GMBS harus melalui proses sertifikasi terlebih dahulu kepada pihak yang berwenang (Dirjenbun Kementerian Pertanian, BP2TP Kementerian Pertanian, Dinas Perkebuan Jawa Barat, dan BPSBP Jawa Barat. 

Kepala Dinas Perkebunan Jawa Barat, Ir. Hendy Jatinika, M.M., dalam sambutannya sangat menyambut baik dan mengharapkan pemanfaatan potensi klon seri GMBS dapat segera diaplikasikan di Petani Teh Rakyat di Jawa Barat. Selain itu, Kadibun Jabar juga mengharapkan peran aktif PPTK dalam sosialisasi manfaat dan potensi klon seri GMBS ini melalui, pengadaan bahan tanaman, pengawalan teknologi, pelatihan, dan bimbingan teknis baik itu pra-panen dan pascapanen, yang dituangkan dalam MoU Kerjasama antara Disbun dan PPTK. 

Disbun Provinsi Jawa Barat berharap PPTK dapat membantu membuat draft Road Map pengembangan dan pemanfaatan Bahan Tanam Jenis Sinensis ini mulai dari hulu hingga ke hilir. Pihak Disbun dan BPSBP Jawa Barat siap mengawal dan membantu proses sertifikasi kebun Induk seri GMBS yang dimiliki oleh PPTK untuk mempercepat peluang pemanfaatan klon unggul seri GMBS ini terimplementasi di perkebunan petani teh rakyat di Jawa Barat.

Oleh: Erdiansyah Rezamela, S.P. - Peneliti Agronomi

Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Barat menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) tentang “Penerapan Teknologi Budidaya yang Baik (GAP) pada Tanaman Teh" bekerja sama dengan Pusat Penelitian Teh dan Kina (PPTK) Gambung melalui peneliti agronomi Erdiansyah Rezamela, S.P.. Kegiatan ini merupakan program yang dilakukan untuk mendukung penyediaan dan pengembangan sarana pertanian, meningkatkan wawasan dan pengetahuan para petani teh, serta dalam upaya peningkatan produksi dan produktivitas komoditas perkebunan di Jawa Barat.

Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 23-26 Februari 2021, bermula di Kec. Taraju Kab. Tasikmalaya; Kec. Sukanagara Kab. Cianjur; Kec. Purabaya Kab. Sukabumi; dan berakhir di Kec. Pangalengan Kab. Bandung. Materi yang dihadiri oleh anggota kelompok tani, pejabat dan staf Dinas Pertanian masing-masing kabupaten, Staf Disbun Prov. Jabar berfokus kepada intensifikasi teknik budidaya untuk memaksimalkan efektivitas input faktor di lapangan, mulai dari pemangkasan, persiapan, pelaksanaan, perawatan pasca pangkas, pemupukan, hingga pemetikan sesuai dengan kaidah dengan menjaga daun pemeliharaan.

Erdiansyah Rezamela, S.P. pun tidak hanya menjelaskan teori namun disertai dengan praktik singkat pengujian kadar pati, pemangkasan bersih, kegiatan pasca pangkas seperti gosok lumut, dan penggarpuhan hingga teknik pemetikan menggunakan gunting sesuai kaidah pemetikan.

Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Barat pada kesempatan bimtek ini pun memberikan bantuan berupa Pupuk Hayati dan Pupuk NPK untuk kelompok tani percontohan demplot dengan luas 2 ha per petani sebagai langkah tindak lanjut pelaksanaan. Sehingga harapannya, ilmu dan informasi GAP pada tanaman teh yang telah didapatkan berjalan dengan baik dengan tujuan peningkatan produktivitas dan pendapatan petani.

 

/editor: Hilman Maulana


Website Februari2
Website Februari

Komoditas Teh dan Kina merupakan komoditas perkebunan yang strategis bagi perekonomian Indonesia hingga saat ini. Pada zaman kolonial kedua komoditas itu merupakan sumber pendapatan bagi pemerintah Hindia Belanda. Indonesia pernah menjadi negara pengekspor teh dan kina terbesar di dunia. Hampir 90% kebutuhan teh dan kina internasional dipasok oleh negara yang terkenal dengan kebinekaannya itu. Walaupun demikian, saat ini kinerja kedua komoditas tersebut berangsur-angsur mengalami penurunan mulai dari luas areal produksinya sampai produktivitasnya. Bahkan untuk komoditas kina saat ini kondisinya seperti dalam pribahasa “mati segan, hidup tak mau”. Menurut Dr. Erwinsyah Kepala Pusat Penelitian Teh dan Kina (PPTK), kondisi tersebutlah yang melatar belakangi PPTK melaksanakan kegiatan National Tea and Chincona Sharing Knowledge. “Sebagai centre of exellence untuk komoditas teh dan kina PPTK harus ambil bagian dalam membangkitkan kembali komoditas teh dan kina di Indonesia”, Tutur Erwinsyah.

National Tea and Chincona Sharing Knowledge merupakan salah satu acara dari berbagai kegiatan peringatan Dies Natalis PPTK ke 48. Kegiatan yang dihadiri lebih dari 350 partisipan ini diaksanakan pada hari Rabu, 13 Januari 2021 secara daring dan diisiarkan langsung melalui channel youtube PPTK. “Dimasa pandemi yang melanda saat ini kami, PPTK berusaha untuk mempersembahkan suatu kegiatan yang tidak bertentangan dengan protokol kesehatan, namun pesan yang terkandung dalam kegiatan tersebut bisa tersampaikan kepada peserta”, tutur Kralawi Sita, SP., M.Sc. Ketua Pelaksana Kegiatan Dies Natalis PPTK ke 48. National Tea and Chincona Sharing Knowledge merupakan penutup dari rangkaian kegiatan Dies Natalis PPTK ke 48 yang telah dilaksanakan mulai tanggal 7 Desember 2020.

Narasumber yang hadir dalam kegiatan National Tea and Chincona Sharing Knowledge yaitu: 1) Ir. Hendi Jatnika, MM., Kepala Dinas Perkebunan Jawa Barat; 2) Dian Hadiana Arief, SEVP Operasional 1 PT. Perkebunan Nusantara VIII; 3) Ida Rahmi Kurniasih, Direktur Utama PT. Sinkona Indonesia Lestari; dan 4) Prof. Diah Ratnadewi, Guru Besar Departemen Biologi IPB. Diskusi yang berlangsung sekitar tiga jam itu dimoderatori oleh Kepala Pusat Penelitian Teh dan Kina, Dr. Erwinsyah. Ir. Hendi Jatnika dalam paparannya menyampaikan bahwa perlu adanya dukungan kebijakan pemerintah dan seluruh stakeholder pelaku teh  untuk pengembangan perkebunan teh berupa stimulasi peningkatan produktivitas, kualitas teh, promosi serta penguatan pasar teh. Sementara itu Dian Hadiana Arief menyampaikan bahwa perlunya program perbaikan kualitas dan kuantitas perkebuan teh PTPN VIII melalui reformulasi atau sinergi antara perkebunan negara, perkebunan swasta dan perkebunan rakyat yang dijembatani oleh PPTK serta pemerintah. Berbeda dengan Hendi Jatnika dan Dian Hadiana yang menitik beratkan pada komoditas kina, Ida Rahmi Kurniasih memberikan materi tentang komoditas kina. Dalam paparannya Ida menyampaikan bahwa prospek pasar kina sangat terbuka luas, melihat market share dari produk kina masih dapat terserap dari industri baverage sebesar 65%, farmasi 30%, dan kimia 5%. “Hal itu perlu dijadikan semangat untuk mengembangkan industri dan perkebunan kina ke depan, agar Indonesia terbebas dari ketergantungan impor kulit kina kering terutama dari Kongo sebesar 90%", tutur Ida. Sejalan dengan pemaparan Ida Rahmi Kurniasih, Prof. Prof. Diah Ratnadewi menyampaikan potensi dari komoditas kina sebagai kandidat obat berkhasiat yang mampu menghambat replikasi virus. “Untuk itu perlu pelestarian dan penguatan industri kina Indonesia melalui kolaborasi dan kerjasama antara PTPN, Pemerintah, Industri pengolahan serta lembaga riset maupun akademis agar komoditas kina kembali bangkit dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Diakhir kegiatan Dr. Erwinsyah selaku moderator menyampaikan bahwa National Tea and Chincona Sharing Knowledge perlu ditindaklanjuti dengan menghadirkan berbagai pihak untuk merumuskan langkah strategis sebagai masukan kepada pemerintah dalam menyusun kebijakan nasional. Kebijakan yang diharapkan adalah kembali memprioritaskan komoditas teh dan kina untuk mendorong industri kedua komoditas itu tetap bertahan dimasa pandemi dan berperan penting dalam membantu bangsa Indonesia agar segera terbebas dari Pandemi Covid-19. Sebagai penerima mandat untuk melaksanakan kegiatan penelitian komoditi teh dan kina, PPTK siap bersinergi bersama para stakeholder teh dan kina lainnya dalam upaya membangkitkan kembali industri teh dan kina nasional. Seiring doa dan harapan agar PPTK selalu menjadi sebuah Pelita Untuk Negeri.

 

Narasumber:

1.       Kepala Pusat Penelitian Teh dan Kina : Dr. Erwinsyah

2.       Ketua Pelaksana Dies Natalis PPTK ke-48: Kralawi Sita, S.P., M.Sc.

   

Pelatihan Penguatan Kompetensi SDM Pascapanen Komoditas teh diselenggarakan oleh Direktorat PPH Perkebunan, Direktorat Jenderal Perkebunan, Kementerian Pertanian bekerja sama dengan Pusat Penelitian Teh Dan Kina. kegiatan berlangsung pada 15-17 Maret 2021, di Hotel Tjokro Premiere, Bandung dan kebun PPTK Gambung.Kegiatan pelatihan dihadiri oleh Kepala Dinas Perkebunan Prov. Jawa Barat, Bapak, Ir. Hendy Jatnika, M.M., Kepala Pusat Penelitian Teh dan Kina, Bapak Dr. Erwinsyah, dan dibuka langsung oleh Direktur PPH Perkebunan, Dirjenbun, Kementan, Bapak Ir. Dedi Junaedi, M.Sc. Peserta pelatihan berasal dari kelompok Petani teh rakyat dan Instansi Pemerintah yang berasal dari Provinsi dan Kabupaten di Sumatera Barat,  Jawa Barat, dan Jawa Tengah. Narasumber pelatihan berasal dari Ketua Bidang Promosi, Dewan teh Indonesia, yaitu Ibu Ratna Somantri, ST., Direktur PT Arafa Arinata Asia, Ibu Dra. Ifah Syarifah, M.Psi., dan Peneliti PPTK Gambung. Selama pelatihan para peserta memperoleh materi terkait dasar-dasar pemetikan dan penanganan pucuk teh untuk memperoleh produk teh dengan kualitas mutu prima, materi dasar pengolahan teh, teknik pengolahan teh spesial berkualitas, diversifikasi dan Inovasi produk teh, dan tea blending. Peserta pelatihan juga melakukan praktik pengolahan teh spesial skala kelompok tani dan pemetikan pucuk secara langsung di Kebun PPTK Gambung. 

Pusat Penelitian teh dan Kina selalu mendukung pengembangan komoditas teh di kalangan muda dan juga UKM. Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan ESDM, Kabupaten Garut bersama Pusat Penelitian Teh dan Kina menyelenggarakan kegiatan Tea Class 2021: bimbingan teknis pengolahan dan diversifikasi produk di Collega Coffee, 7-8 April 2021.

Kegiatan Tea class 2021 dibuka langsung oleh kepala Dinas Indag ESDM, Kab. Garut, Drs. H. Nia Gania, Karyana, M.Si. Kegiatan diikuti sebanyak 20 peserta dari kalangan Muda, UKM, dan kelompok tani teh dengan pemateri dari PPTK. 

Tea Class 2021 kali ini difokuskan pada pengembangan tren teh di Indonesia dan dunia seperti pengembangan produk berbasis teh dengan cara blending dan mixologi. Selain itu, peserta juga dibekali terkait regulasi yang berlaku pada teh, Good manufacturing Practices, dan inovasi pengemasan produk teh.



PT Riset Perkebunan Nusantara melakukan audiensi dengan PTPN VIII terkait pengembangan tanaman perkebunan teh dan kopi yang dicanangkan oleh Holding perkebunan Nusantara. Pertemuan langsung dihadiri oleh SEVP operation II, PT RPN, Bapak Dr. Misnawi, Kepala Pusat Penelitian Teh dan Kina,  Dr. Erwinsyah, dan Kepala Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia, Dr. Agung Wahyu Susilo. 

Pertemuan dihadiri juga oleh Direktur, SEVP I, SEVP II, Kabag, dan Kasubag, dan Staff dari PTPN VIII. Semoga kerja sama antara PT RPN khsususnya dengan puslit dengan PTPN VIII makin erat ke depannya. 

Kepala Pusat Penelitian Teh dan Kina, Dr. Erwinsyah menghadiri pelepasan ekspor teh hijau dengan tujuan negara Uni Emirat Arab sebanyak 20 ton dengan nilai 614 juta yang bertempat di halaman Gedung Pakuan pada Jumat (26/03/2021), kegiatan pelepasan dilakukan seremonial oleh Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil bersama Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perkebunan Dedi Junaedi, dan Kepala Dinas Perkebunan Hendy Jatnika. Teh hijau ini diproduksi oleh PT Kabepe Chakra. 

Kegiatan pelepasan ekspor teh tersebut dalam rangka pemulihan ekonomi daerah Provinsi Jawa Barat dan Gerakan Tiga Kali Ekspor (Gratieks), selain pelesan ekspor, Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Barat juga melaksanakan penyerahan Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk Wilayah 04 Jawa Barat kepada perwakilan petani teh oleh Gubernur Jawa Barat.

Jajaran direksi PT Riset Perkebunan Nusantara (PT RPN) melakukan kunjungan ke Pusat Penelitian Teh dan Kina (31 Maret 2021). Pada kunjungan kali ini, Direktur PT RPN, Imam Yani Harahap, didampingi oleh SEVP I , Tjahjono Herawan, dan SEVP II, Misnawi.

Dalam sambutannya, Direktur PT RPN mengatakan bahwa produk hasil penelitian milik  PPTK berpotensi untuk dimanfaatkan oleh stakeholder Perkebunan teh dan kina (perkebunan PTPN, Perkebunan Swasta, dan petani rakyat. Teknologi terapan tersebut diharapkan bisa meningkatkan produktivitas dan pendapatan dari stakeholders dan tentunya juga berdampak positif ke PPTK.

Selama kunjungan ke PPTK Gambung, jajaran Direksi PT RPN melakukan audiensi dengan karyawan dan Penelitian PPTK. Selain itu, ajaran Direksi PT RPN juga melakukan kunjungan ke show room & display product PPTK, Pabrik pengolahan teh hijau, teh putih, dan lab. Mini tea processing. 

Pusat Penelitian teh dan Kina selalu mendukung kolaborasi dan sinergi di bidang penelitian dan pengembangan dengan lembaga penelitian maupun dengan Perguruan tinggi. Universitas Komputer Indonesia atau lebih dikenal Unikom Bandung @unikom-official bersama Pusat Penelitian Teh dan Kina menandatangani nota kesepahaman dalam melaksanakan kegiatan penelitian, dan pengabdian masyarakat, dan pengembangan berbasis 4.0 pada 7 April 2021. 

Penandatanganan nota kesepahaman dilaksanakan secara desk to desk oleh Rektor Unikom Bandung, Prof. Dr. Ir. H. Eddy Soeryanto Soegoto, MT dengan Dr. Erwinsyah sebagai kepala Pusat Penelitian Teh dan Kina. Acara tersebut juga dihadiri langsung Wakil Rektor bidang akademik & kemahasiswaan, Wakil Rektor bidang administrasi, keuangan, dan kepegawaian, dan Wakil Rektor bidang inovasi, pengembangan, aset, dan kerjasama, serta Dekan, dan Kepala Prodi di lingkup Unikom.

Nota kesepahaman antar dua lembaga ini diharapkan dapat membantu peningkatan program pendidikan magang,  dan riset di tingkat perguruan tinggi di bidang IoT yang bisa dikembangkan dan dimanfaatkan untuk perkebunan teh dan kina di Indonesia.


Dinas perkebunan Jawa Barat berencana melakukan pengembangan bahan tanaman teh varietas sinensis untuk perkebunan teh di Jawa Barat. Hal tersebut bertujuan untuk meningkatkan kualitas produk teh khususnya petani teh rakyat di Jawa Barat. Dalam rangka tersebut, Kepala Dinas Perkebunan Jawa Barat, Ir. Hendy Jatinika, M.M., dan Kepala Balai Perizinan dan Sertifikasi Benih Perkebunan (BPSBP) Jawa Barat, R. Krisna Gunara, S.Hut., M.Eng., melakukan kunjungan dinas ke Pusat Penelitian Teh dan Kina (PPTK) Gambung. Dalam kunjungan tersebut turut hadir Kasi. Pengawasan Mutu Benih, BPSBP dan Kasi. Sertifikasi Benih, BPSBP, Jabar. 


Pertemuan ini merupakan tindak lanjut dari kegiatan evaluasi kebun induk GMB pada tanggal 26 Februari 2021. Selain itu juga Membahas Sertifikasi Kebun Induk GMBS dan peluang pengembangannya di Provinsi Jawa Barat. Sebagaimana diketahui, Pihak PPTK Gambung telah memiliki klon unggul seri GMBS yang merupakan bahan tanam berjenis sinensis yang terdiri dari GMBS 1 – GMBS 5. 

PPTK telah menyiapkan kebun induk klon unggul seri GMBS seluas 1,25 Ha di KP. Gambung, Kebun induk tersebut telah ditanam pada tahun 2012 dan pada tahun 2021 ini telah siap untuk dijadikan kebun Induk yang dapat menghasilkan benih setek untuk penyediaan bahan tanam jenis sinesis. Namun, untuk memenuhi aspek legal peredaran benih perkebunan di Indonesia, Kebun Induk seri GMBS harus melalui proses sertifikasi terlebih dahulu kepada pihak yang berwenang (Dirjenbun Kementerian Pertanian, BP2TP Kementerian Pertanian, Dinas Perkebuan Jawa Barat, dan BPSBP Jawa Barat. 

Kepala Dinas Perkebunan Jawa Barat, Ir. Hendy Jatinika, M.M., dalam sambutannya sangat menyambut baik dan mengharapkan pemanfaatan potensi klon seri GMBS dapat segera diaplikasikan di Petani Teh Rakyat di Jawa Barat. Selain itu, Kadibun Jabar juga mengharapkan peran aktif PPTK dalam sosialisasi manfaat dan potensi klon seri GMBS ini melalui, pengadaan bahan tanaman, pengawalan teknologi, pelatihan, dan bimbingan teknis baik itu pra-panen dan pascapanen, yang dituangkan dalam MoU Kerjasama antara Disbun dan PPTK. 

Disbun Provinsi Jawa Barat berharap PPTK dapat membantu membuat draft Road Map pengembangan dan pemanfaatan Bahan Tanam Jenis Sinensis ini mulai dari hulu hingga ke hilir. Pihak Disbun dan BPSBP Jawa Barat siap mengawal dan membantu proses sertifikasi kebun Induk seri GMBS yang dimiliki oleh PPTK untuk mempercepat peluang pemanfaatan klon unggul seri GMBS ini terimplementasi di perkebunan petani teh rakyat di Jawa Barat.

Oleh: Erdiansyah Rezamela, S.P. - Peneliti Agronomi

Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Barat menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) tentang “Penerapan Teknologi Budidaya yang Baik (GAP) pada Tanaman Teh" bekerja sama dengan Pusat Penelitian Teh dan Kina (PPTK) Gambung melalui peneliti agronomi Erdiansyah Rezamela, S.P.. Kegiatan ini merupakan program yang dilakukan untuk mendukung penyediaan dan pengembangan sarana pertanian, meningkatkan wawasan dan pengetahuan para petani teh, serta dalam upaya peningkatan produksi dan produktivitas komoditas perkebunan di Jawa Barat.

Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 23-26 Februari 2021, bermula di Kec. Taraju Kab. Tasikmalaya; Kec. Sukanagara Kab. Cianjur; Kec. Purabaya Kab. Sukabumi; dan berakhir di Kec. Pangalengan Kab. Bandung. Materi yang dihadiri oleh anggota kelompok tani, pejabat dan staf Dinas Pertanian masing-masing kabupaten, Staf Disbun Prov. Jabar berfokus kepada intensifikasi teknik budidaya untuk memaksimalkan efektivitas input faktor di lapangan, mulai dari pemangkasan, persiapan, pelaksanaan, perawatan pasca pangkas, pemupukan, hingga pemetikan sesuai dengan kaidah dengan menjaga daun pemeliharaan.

Erdiansyah Rezamela, S.P. pun tidak hanya menjelaskan teori namun disertai dengan praktik singkat pengujian kadar pati, pemangkasan bersih, kegiatan pasca pangkas seperti gosok lumut, dan penggarpuhan hingga teknik pemetikan menggunakan gunting sesuai kaidah pemetikan.

Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Barat pada kesempatan bimtek ini pun memberikan bantuan berupa Pupuk Hayati dan Pupuk NPK untuk kelompok tani percontohan demplot dengan luas 2 ha per petani sebagai langkah tindak lanjut pelaksanaan. Sehingga harapannya, ilmu dan informasi GAP pada tanaman teh yang telah didapatkan berjalan dengan baik dengan tujuan peningkatan produktivitas dan pendapatan petani.

 

/editor: Hilman Maulana


Website Februari2
Website Februari

Komoditas Teh dan Kina merupakan komoditas perkebunan yang strategis bagi perekonomian Indonesia hingga saat ini. Pada zaman kolonial kedua komoditas itu merupakan sumber pendapatan bagi pemerintah Hindia Belanda. Indonesia pernah menjadi negara pengekspor teh dan kina terbesar di dunia. Hampir 90% kebutuhan teh dan kina internasional dipasok oleh negara yang terkenal dengan kebinekaannya itu. Walaupun demikian, saat ini kinerja kedua komoditas tersebut berangsur-angsur mengalami penurunan mulai dari luas areal produksinya sampai produktivitasnya. Bahkan untuk komoditas kina saat ini kondisinya seperti dalam pribahasa “mati segan, hidup tak mau”. Menurut Dr. Erwinsyah Kepala Pusat Penelitian Teh dan Kina (PPTK), kondisi tersebutlah yang melatar belakangi PPTK melaksanakan kegiatan National Tea and Chincona Sharing Knowledge. “Sebagai centre of exellence untuk komoditas teh dan kina PPTK harus ambil bagian dalam membangkitkan kembali komoditas teh dan kina di Indonesia”, Tutur Erwinsyah.

National Tea and Chincona Sharing Knowledge merupakan salah satu acara dari berbagai kegiatan peringatan Dies Natalis PPTK ke 48. Kegiatan yang dihadiri lebih dari 350 partisipan ini diaksanakan pada hari Rabu, 13 Januari 2021 secara daring dan diisiarkan langsung melalui channel youtube PPTK. “Dimasa pandemi yang melanda saat ini kami, PPTK berusaha untuk mempersembahkan suatu kegiatan yang tidak bertentangan dengan protokol kesehatan, namun pesan yang terkandung dalam kegiatan tersebut bisa tersampaikan kepada peserta”, tutur Kralawi Sita, SP., M.Sc. Ketua Pelaksana Kegiatan Dies Natalis PPTK ke 48. National Tea and Chincona Sharing Knowledge merupakan penutup dari rangkaian kegiatan Dies Natalis PPTK ke 48 yang telah dilaksanakan mulai tanggal 7 Desember 2020.

Narasumber yang hadir dalam kegiatan National Tea and Chincona Sharing Knowledge yaitu: 1) Ir. Hendi Jatnika, MM., Kepala Dinas Perkebunan Jawa Barat; 2) Dian Hadiana Arief, SEVP Operasional 1 PT. Perkebunan Nusantara VIII; 3) Ida Rahmi Kurniasih, Direktur Utama PT. Sinkona Indonesia Lestari; dan 4) Prof. Diah Ratnadewi, Guru Besar Departemen Biologi IPB. Diskusi yang berlangsung sekitar tiga jam itu dimoderatori oleh Kepala Pusat Penelitian Teh dan Kina, Dr. Erwinsyah. Ir. Hendi Jatnika dalam paparannya menyampaikan bahwa perlu adanya dukungan kebijakan pemerintah dan seluruh stakeholder pelaku teh  untuk pengembangan perkebunan teh berupa stimulasi peningkatan produktivitas, kualitas teh, promosi serta penguatan pasar teh. Sementara itu Dian Hadiana Arief menyampaikan bahwa perlunya program perbaikan kualitas dan kuantitas perkebuan teh PTPN VIII melalui reformulasi atau sinergi antara perkebunan negara, perkebunan swasta dan perkebunan rakyat yang dijembatani oleh PPTK serta pemerintah. Berbeda dengan Hendi Jatnika dan Dian Hadiana yang menitik beratkan pada komoditas kina, Ida Rahmi Kurniasih memberikan materi tentang komoditas kina. Dalam paparannya Ida menyampaikan bahwa prospek pasar kina sangat terbuka luas, melihat market share dari produk kina masih dapat terserap dari industri baverage sebesar 65%, farmasi 30%, dan kimia 5%. “Hal itu perlu dijadikan semangat untuk mengembangkan industri dan perkebunan kina ke depan, agar Indonesia terbebas dari ketergantungan impor kulit kina kering terutama dari Kongo sebesar 90%", tutur Ida. Sejalan dengan pemaparan Ida Rahmi Kurniasih, Prof. Prof. Diah Ratnadewi menyampaikan potensi dari komoditas kina sebagai kandidat obat berkhasiat yang mampu menghambat replikasi virus. “Untuk itu perlu pelestarian dan penguatan industri kina Indonesia melalui kolaborasi dan kerjasama antara PTPN, Pemerintah, Industri pengolahan serta lembaga riset maupun akademis agar komoditas kina kembali bangkit dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Diakhir kegiatan Dr. Erwinsyah selaku moderator menyampaikan bahwa National Tea and Chincona Sharing Knowledge perlu ditindaklanjuti dengan menghadirkan berbagai pihak untuk merumuskan langkah strategis sebagai masukan kepada pemerintah dalam menyusun kebijakan nasional. Kebijakan yang diharapkan adalah kembali memprioritaskan komoditas teh dan kina untuk mendorong industri kedua komoditas itu tetap bertahan dimasa pandemi dan berperan penting dalam membantu bangsa Indonesia agar segera terbebas dari Pandemi Covid-19. Sebagai penerima mandat untuk melaksanakan kegiatan penelitian komoditi teh dan kina, PPTK siap bersinergi bersama para stakeholder teh dan kina lainnya dalam upaya membangkitkan kembali industri teh dan kina nasional. Seiring doa dan harapan agar PPTK selalu menjadi sebuah Pelita Untuk Negeri.

 

Narasumber:

1.       Kepala Pusat Penelitian Teh dan Kina : Dr. Erwinsyah

2.       Ketua Pelaksana Dies Natalis PPTK ke-48: Kralawi Sita, S.P., M.Sc.